Pelajar Bersastra dari Bandung ke Jakarta

Pada Hari Kamis, 28 November 2025 Sebuah Pagelaran Drama Teatrikal Puisi disuguhkan sangat epik oleh para pelajar SMP binaan Komunitas Sastra Thufazka dihadapan Kepala Badan Bahasa, Pak Hafidz Muksin

Drama Teatrikal Puisi yang berjudul ” Saga dan Wiji dalam Secangkir Wedang Jahe” karya Herlin Agustina berhasil dipentaskan dengan baik. Pemeran dari drama ini dimainkan oleh Ilham yang berperan sebagai Saga, Salsabila berperan sebagai Wiji serta pembaca puisi “Tawa di antara Taman Langit”, Desi berperan sebagai Narator serta pembaca Puisi “Langit Sastra, Herlin pembaca puisi “Violin”, Yanita berperan sebagai ibu Saga serta pembaca puisi “Di antara Cahaya dan Kata, Ilham berperan sebgai ayah saga, Jasmine sebagai suara bisik 1, Alya sebagai suara bisik 2, dan Syahla sebagai suara bisik 3.

Drama teatrikal puisi ini berkisah tentang seorang anak bernama Saga yang ingin berprestasi melalui Sastra dengan mengikuti lomba. Namun kedua orang tuanya lupa keinginan anaknya untuk berprestasi dan menjadi sebuah kebanggaan. Kesibukan kedua orang tua dan sikap acuh tak acuh membuat pikiran dan perasaan Saga hancur.

Keputusasaan ada pada diri Saga, psikologis seorang remaja yang mencari jati diri. Banyak bisikan-bisikan membuat Saga kadang Kuat atau Curiga terhadap kerasnya dunia. Untuk menenagkan jiwa Saga meneguk Wedang Jahe, dari sanalah imajinasi berwujud menjadi seorang perempuan bernama Wiji. Wiji ini menjadi wujud antara nyata dan imajinasi.

Semua kesulitan berhasil dilalui Saga. Saga berhasil mengikuti ajang perlombaan puisi. Epilog yang disampaikan di dalam drama teatrikal puisi ini adalah semua kesulitan dapat berhasil dilalui, buah dari kesabaran. Meskipun tidak diceritakan apakah Saga menjadi juara atau tidak, namun bukan itu tujuan dari mengikuti lomba. Intinya adalah Saga tidak menyalahkan keadaan dan dapat meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti lomba, meskipun tidak memiliki dukungan keluarga.

Menguak Kreativitas Dari Ruang Hati Menjadi Prestasi

Puisi adalah ungkapan dalam ruang hati terdalam. Karya yang menyentuh setiap hati yang memiliki ungkapan makna yang mendalam. Ruang-ruang karya dalam puisi dituangkan menjadi ekspresi jiwa dalam pembacaan puisi (deklamasi puisi) sehingga puisi itu menjadi utuh dalam sebuah ungkapan karya seseorang yang disampaikan lewat makna kata-kata yang mendalam.

Komunitas Sastra Thufazka menjadi wadah kreativitas yang menumbuhkan karya-karya sastrawan muda yang berawal dari kepercayaan diri dan termotivasi lewat prestasi. Lomba Deklamasi Puisi dengan dukungan Badan Bahasa menjadi ruang bagi tumbuhnya prestasi-prestasi muda dalam bidang Sastra Indonesia.

Bagaikan pupuk yang menjadikan tanah subur, lomba merupakan motivasi terkuat bagi tumbuh suburnya Sastra Indonesia di kalangan remaja. Lahirlah karya-karya dalam kreativitas yang selama ini tertidur, menjadi karya-karya nyata dalam sebuah karya puisi dan deklamasi puisi.

Selamat merayakan tumbuhnya kreativitas dari ruang hatimu dan menjadikannya sebagai prestasi yang membahagiakanmu:)

Thufazka dan Sastra : Cerita Hangat dari Kota Kembang

Bayangkan sebuah tempat di mana kata-kata bukan sekadar huruf di atas kertas. Tempat di mana puisi dibacakan dengan mata berbinar, cerita pendek ditulis dengan hati yang berbunga-bunga, dan semangat bersastra tumbuh subur bak tanaman di musim hujan. Itulah sedikit gambaran tentang Thufazka, sebuah lembaga non-profit di Kota Bandung yang dengan riang menjadikan sastra sebagai bagian dari napas kehidupan sehari-hari.

Kalau ada yang membayangkan sastra itu serius, kaku, dan hanya untuk segelintang orang, Thufazka hadir untuk meluruskan anggapan itu. Di sini, sastra itu seru, hangat, dan untuk semua orang!

Rumah Kreativitas untuk Semua Kalangan

Salah satu hal terbaik dari Thufazka adalah siapa pun boleh datang dan merasakan kegembiraan bersastra. Peserta kegiatannya sangatlah beragam! Tidak hanya para pelajar yang sedang mencari wadah untuk menyalurkan bakat, tetapi juga masyarakatakat umum dari berbagai profesi, hingga mahasiswa yang ingin menambah wawasan dan jaringan.

Bayangkan suasana pelatihannya: di satu sudut, seorang ibu rumah tangga mungkin sedang belajar menulis cerpen berdasarkan pengalaman hidupnya. Di sudut lain, seorang mahasiswa teknik sedang asyik mendiskusikan metafora dalam sebuah puisi. Dan tak jauh dari mereka, seorang pelajar SMA dengan semangat tinggi mencoba merangkai kata untuk pertamakalinya. Inilah kekayaan yang membuat Thufazka begitu spesial—sastra menjadi jembatan yang menyatukan begitu banyak orang dengan latar belakang berbeda.

Lebih dari Sekadar Teori: Aksi Nyata di Dunia Sastra

Thufazka tidak hanya berwacana. Mereka aktif mengadakan berbagai kegiatan seru yang bikin dunia sastra makin hidup. Beberapa di antaranya:

  1. Pelatihan yang Memandu Langkah
    Bagi yang baru mau belajar, jangan khawatir! Thufazka sering mengadakan pelatihan yang dipandu oleh para praktisi yang berpengalaman. Mulai dari teknik menulis cerpen, cara membacakan puisi yang penuh penghayatan, hingga memahami teori sastra dengan cara yang menyenangkan. Di sini, proses belajar terasa ringan dan menyenangkan.
  2. Lomba yang Memacu Adrenalin Kreatif
    Untuk memacu semangat dan mengasah kemampuan, Thufazka juga rajin mengadakan berbagai lomba. Lomba-lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi lebih sebagai ajang bagi para penulis dan penyair pemula untuk menguji karya mereka, mendapat apresiasi, dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat sama.
  3. Pagelaran yang Menghidupkan Karya
    Karya sastra paling meriah ketika dihidupkan! Thufazka memahami betul hal ini. Mereka kerap mengadakan pagelaran, seperti pembacaan puisi atau pentas drama kecil-kecilan. Momen inilah di mana kata-kata yang biasanya terbaca di atas kertas, akhirnya memiliki suara, ekspresi, dan jiwa. Suasana pagelarannya selalu penuh kehangatan dan tepuk tangan yang meriah.

Pada intinya, Thufazka adalah bukti nyata bahwa semangat bersastra di Bandung masih sangat hidup dan membara. Sebagai lembaga non-profit, dedikasinya untuk menumbuhkan kecintaan pada sastra patut diacungi jempol. Mereka telah menjadi rumah kedua bagi banyak orang—tempat untuk belajar, berkarya, berjejaring, dan yang terpenting, berbagi kebahagiaan melalui kekuatan kata-kata.

Jadi, buat kamu yang kebetulan berada di Bandung dan punya ketertarikan di dunia sastra—entah sekadar penasaran atau sudah lama ingin mendalaminya—Thufazka adalah alamat yang tepat untuk disambangi. Siap-siap untuk disambut dengan hangat dan diajak bermain dengan kata-kata!

Yuk, kita hidupkan sastra dari hal paling sederhana: semangat untuk berbagi cerita!