Taman Bacaan Masyarakat

TBM Thufazka Mendapatkan Fasilitasi Kegiatan Literasi

Membaca dan menulis bukan sekadar keterampilan dasar, melainkan pintu gerbang menuju ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pemberdayaan diri. Dalam upaya memperkuat fondasi literasi masyarakat, Taman Bacaan Masyarakat (TBM)-nya menjadi pusat aktivitas yang penuh semangat. Pada Oktober 2024, kami berkesempatan untuk mendapatkan fasilitasi kegiatan literasi. Rangkaian kegiatan penguatan literasi yang dirancang untuk berbagai lapisan usia dan minat. Berikut adalah catatan perjalanan kegiatan tersebut.

Penguatan Komunitas Penggerak Literasi

Sebagai fondasi utama, kegiatan diawali dengan seminar yang bertujuan memperkuat pemahaman dan komitmen para pegiat serta masyarakat terhadap pentingnya budaya literasi.

  1. Seminar “Membangun Masyarakat Mencintai Literasi”
    Pada Sabtu, 5 Oktober 2024, seminar pembuka ini digelar untuk menyalakan kembali kesadaran akan pentingnya literasi sebagai napas kemajuan masyarakat. Diskusi berfokus pada strategi menumbuhkan kecintaan membaca dan menulis di lingkungan keluarga dan komunitas.
  2. Seminar “Mencintai Ilmu dengan Berliterasi”
    Menyusul pada Sabtu, 26 Oktober 2024, seminar ini menggali lebih dalam hubungan simbiosis antara literasi dan ilmu pengetahuan. Peserta diajak melihat literasi sebagai jembatan untuk memahami dan mengembangkan ilmu di berbagai bidang.

Kegiatan Penguatan Literasi Masyarakat

Setelah membangun kesadaran, rangkaian pelatihan praktis dilaksanakan untuk mengasah keterampilan dan membuka ruang ekspresi, khususnya bagi generasi muda.

  1. Pelatihan Menulis Puisi
    Minggu, 13 Oktober 2024, menjadi hari di mana kata-kata dirangkai menjadi rasa. Peserta dari berbagai usia belajar menuangkan emosi dan gagasan mereka ke dalam bait-bait puisi yang indah dan penuh makna.
  2. Pelatihan Meningkatkan Minat Baca Anak Usia Dini dengan Metode Menyenangkan
    Pada Kamis, 17 Oktober 2024, fokus beralih ke calon-calon pembaca cilik. Pelatihan ini memperkenalkan berbagai metode interaktif dan menyenangkan untuk menumbuhkan kegemaran membaca sejak usia dini, karena masa depan literasi dimulai dari sini.
  3. Pelatihan Meningkatkan Minat Menulis Anak Usia Dini dengan Metode Menyenangkan
    Sehari kemudian, Jumat, 18 Oktober 2024, anak-anak diajak untuk tidak takut memegang pensil dan mencoretkan imajinasinya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa menulis bisa menjadi aktivitas yang seru dan mengasyikkan.
  4. Pelatihan Membaca Nyaring
    Sabtu, 19 Oktober 2024, diisi dengan pelatihan membaca nyaring (read aloud). Teknik ini tidak hanya melatih artikulasi dan percaya diri, tetapi juga merupakan cara ampuh untuk menghidupkan cerita dan menarik minat pendengar, baik anak-anak maupun dewasa.
  5. Pelatihan Menulis Cerita Pendek
    Menutup rangkaian pada Minggu, 20 Oktober 2024, peserta diajak mengarungi proses kreatif menulis cerita pendek. Dari merancang alur, mengembangkan karakter, hingga menyusun konflik, setiap peserta belajar menjadi penulis cerita mereka sendiri.

Penutup: Literasi yang Berdenyut dan Berkelanjutan

Rangkaian kegiatan di TBM Yayasan Thufazka ini adalah bukti nyata bahwa gerakan literasi hidup dan terus berkembang. Antusiasme peserta, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, menjadi energi yang mendorong semangat kami untuk terus berkontribusi.

Kami percaya, setiap buku yang dibuka, setiap puisi yang ditulis, dan setiap cerita yang diceritakan, adalah sebuah langkah kecil menuju masyarakat yang lebih terdidik, kritis, dan berdaya. Terima kasih kepada seluruh penggerak, relawan, dan peserta di TBM Yayasan Thufazka. Mari kita terus jaga agar api literasi ini tetap menyala, terang, dan menghangatkan.

Salam Literasi!

Sinergi Literasi: TBM Thufazka, PT Gramedia, dan Elmuloka Perkuat Akses Buku Berkualitas dengan Hibah Buku Inspiratif

Dalam upaya memperkuat pondasi literasi dan membuka jendela ilmu yang lebih luas bagi masyarakat, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Thufazka menorehkan babak baru melalui kolaborasi strategis. Bersama dua mitra terpercaya, PT Gramedia – raksasa retail buku dan penerbitan ternama di Indonesia, dan Perpustakaan Elmuloka yang dikenal aktif dalam gerakan literasi dasar, TBM Thufazka berhasil mendapatkan hibah buku yang signifikan.

Kolaborasi segitiga yang harmonis ini bukan sekadar serah-terima buku, melainkan sebuah sinergi untuk menyatukan visi: menghadirkan buku-buku berkualitas ke tangan pembaca, terutama di daerah yang masih minim akses. Hibah buku yang diterima TBM Thufazka sangat beragam, mencakup berbagai genre seperti buku anak-anak yang penuh warna, buku pengembangan diri, novel sastra, hingga buku keterampilan dan praktis. Koleksi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan minat baca berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga dewasa.

“Kerja sama ini adalah berkah besar bagi kami dan para pengunjung TBM,” ujar pengelola TBM Thufazka dengan penuh semangat. “Selama ini, kami sering kali terkendala dalam memperbarui koleksi karena keterbatasan dana. Kehadiran buku-buku baru dari Gramedia, yang dikenal dengan kualitas konten dan cetakannya, serta dukungan dari Perpustakaan Elmuloka, ibarat oksigen segar. Ini akan meningkatkan animo masyarakat untuk datang dan tentunya memperkaya wawasan mereka.”

Peran masing-masing mitra dalam kolaborasi ini sangat krusial. PT Gramedia berkontribusi sebagai sumber utama hibah buku, menyediakan materi bacaan yang beragam dan mendidik dari berbagai penerbit unggulan. Sementara itu, Perpustakaan Elmuloka berperan sebagai fasilitator dan mitra strategis yang memahami medan gerakan literasi di akar rumput, membantu memastikan buku-buku yang dihibahkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan komunitas.

Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Gramedia dalam dunia pendidikan, serta dedikasi gerakan komunitas dari Perpustakaan Elmuloka. Bagi TBM Thufazka, ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan perannya sebagai ‘Rumah Pengetahuan’ yang inklusif dan progresif bagi masyarakat sekitarnya.

Diharapkan, dengan tambahan ratusan judul buku baru ini, TBM Thufazka dapat:

  1. Meningkatkan kunjungan dan minat baca masyarakat.
  2. Menjadi pusat kegiatan literasi yang lebih hidup, seperti diskusi buku, kelas mendongeng, atau klub membaca.
  3. Memberikan akses yang setara terhadap informasi dan ilmu pengetahuan.
  4. Menginspirasi TBM lainnya untuk membangun jejaring dan kolaborasi serupa.

Pada akhirnya, sinergi antara TBM Thufazka, PT Gramedia, dan Perpustakaan Elmuloka ini adalah bukti bahwa gerakan literasi membutuhkan gotong royong. Buku-buku yang dihibahkan bukan hanya sekadar kertas dan tulisan, melainkan benih-benih inspirasi, jendela dunia baru, dan pemicu perubahan bagi siapa saja yang membacanya. Mari terus menyebarkan virus membaca, karena dari sebuah buku yang terbuka, bisa lahir sejuta harapan dan mimpi yang mengubah masa depan.